Cerita Masuk MAN Insan Cendekia Serpong

Pada suatu hari, hiduplah seorang anak bernama Naufal. Dia adalah seorang santri kelas 9 yang sebentar lagi lulus dari sebuah sekolah boarding di Bogor. Suatu hari, dia dipanggil oleh kepala sekolah, "Kamu sudah ibu daftarkan ke MAN Insan Cendekia Serpong, jadi minggu depan kamu harus bawa berkas-berkas yang belum lengkap." kata si kepala sekolah. Naufal terkejut terheran-heran. Padahal dia sudah diterima di pesantren yang lumayan bagus. Dia tidak mengetahui apa itu MAN Insan Cendekia Serpong. Akhirnya saat jadwal pulang ke rumah, dia menanyakan tentang MAN Insan Cendekia Serpong kepada orang tuanya.

Setelah mengetahui apa itu MAN Insan Cendekia Serpong, dia makin terkejut karena sekolah itu adalah salah satu sekolah terbaik di Indonesia. Tetapi setelah itu, rasa kagetnya perlahan hilang dan dia menjalani hari-hari seperti biasa. Dia sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk tes masuk MAN IC karena dia sibuk dengan ujian-ujian yang ada di SMP nya.

Sampai tibalah di hari tes. Dia berangkat ke MAN IC menunggangi kuda besi berwarna merah bersama kakaknya. Setibanya di tujuan, mereka solat zuhur lalu janjian bertemu di masjid setelah solat ashar. Setelah itu Naufal berangkat menuju ruang tes yang berada di lantai 3,"hos...hos..", Naufal kecapekan menaiki anak-anak tangga yang jumlahnya tidak biasa baginya. Sesampainya di ruang ujian, dia duduk di kursinya yang terdapat di tengah-tengah kelas. Tes pun dimulai. Tes tahun ini berbasis komputer, jadi dia tidak perlu susah-susah menulis nama.

Singkat cerita, tes pun selesai dan dia  pergi ke masjid untuk solat ashar. Setelah solat, Naufal mengambil sebuah Qur'an yang berada di rak masjid dan membacanya selagi menunggu kakaknya yang belum juga datang. Setelah 20 menit menunggu, tibalah kakaknya yang menunggangi kuda besi berwarna merah. Lalu mereka pulang ke rumah.

1 bulan kemudian, di pagi hari sekitar jam 7 an, Naufal sedang nongkrong bersama teman-temannya di teras sekolahnya. Tiba-tiba kepala sekolah memanggilnya. "Kamu di terima di MAN IC." kata kepala sekolah. Naufal senang bukan main, dia lompat-lopat di depan teman-temannya seperti orang gila. Teman-temannya heran dan menanyakan ada apa. "Ane keterima di MAN IC" kata Naufal. Lalu teman-temannya menyorakinya. Dan sejak itulah kehidupan Naufal di sekolah menjadi tidak nyaman. Setiap ada orang berpapasan dengannya, mereka menyelamatinya karena diterima di MAN IC.
Bersambung... 
Naufal Rusyda S © 2008 Template by:
SkinCorner