Alhamdulillahirabbil'alamin wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin wassolatu wassalamu ala asyrofil anbiyai wal mursalin wa 'ala alihi wa sohbihi ajmain asyhadu alla ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadarrosulullah
Alhamdulillah saya puas dengan nilai PTS Sejarah Indonesia saya. Tidak sia-sia saya mencatat saat pak Erwin menjelaskan, karena dengan catatan yang hanya 2 halaman itu, saya bisa mendapatkan nilai 90. Terima kasih pak Erwin karena telah memberikan saya ilmu yang bermanfaat.
About Me
- Naufal R
Blog Archive
Naufal Rusyda S. Diberdayakan oleh Blogger.
Search
Cerita Masuk MAN Insan Cendekia Serpong
Pada suatu hari, hiduplah seorang anak bernama Naufal. Dia adalah seorang santri kelas 9 yang sebentar lagi lulus dari sebuah sekolah boarding di Bogor. Suatu hari, dia dipanggil oleh kepala sekolah, "Kamu sudah ibu daftarkan ke MAN Insan Cendekia Serpong, jadi minggu depan kamu harus bawa berkas-berkas yang belum lengkap." kata si kepala sekolah. Naufal terkejut terheran-heran. Padahal dia sudah diterima di pesantren yang lumayan bagus. Dia tidak mengetahui apa itu MAN Insan Cendekia Serpong. Akhirnya saat jadwal pulang ke rumah, dia menanyakan tentang MAN Insan Cendekia Serpong kepada orang tuanya.
Setelah mengetahui apa itu MAN Insan Cendekia Serpong, dia makin terkejut karena sekolah itu adalah salah satu sekolah terbaik di Indonesia. Tetapi setelah itu, rasa kagetnya perlahan hilang dan dia menjalani hari-hari seperti biasa. Dia sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk tes masuk MAN IC karena dia sibuk dengan ujian-ujian yang ada di SMP nya.
Sampai tibalah di hari tes. Dia berangkat ke MAN IC menunggangi kuda besi berwarna merah bersama kakaknya. Setibanya di tujuan, mereka solat zuhur lalu janjian bertemu di masjid setelah solat ashar. Setelah itu Naufal berangkat menuju ruang tes yang berada di lantai 3,"hos...hos..", Naufal kecapekan menaiki anak-anak tangga yang jumlahnya tidak biasa baginya. Sesampainya di ruang ujian, dia duduk di kursinya yang terdapat di tengah-tengah kelas. Tes pun dimulai. Tes tahun ini berbasis komputer, jadi dia tidak perlu susah-susah menulis nama.
Singkat cerita, tes pun selesai dan dia pergi ke masjid untuk solat ashar. Setelah solat, Naufal mengambil sebuah Qur'an yang berada di rak masjid dan membacanya selagi menunggu kakaknya yang belum juga datang. Setelah 20 menit menunggu, tibalah kakaknya yang menunggangi kuda besi berwarna merah. Lalu mereka pulang ke rumah.
1 bulan kemudian, di pagi hari sekitar jam 7 an, Naufal sedang nongkrong bersama teman-temannya di teras sekolahnya. Tiba-tiba kepala sekolah memanggilnya. "Kamu di terima di MAN IC." kata kepala sekolah. Naufal senang bukan main, dia lompat-lopat di depan teman-temannya seperti orang gila. Teman-temannya heran dan menanyakan ada apa. "Ane keterima di MAN IC" kata Naufal. Lalu teman-temannya menyorakinya. Dan sejak itulah kehidupan Naufal di sekolah menjadi tidak nyaman. Setiap ada orang berpapasan dengannya, mereka menyelamatinya karena diterima di MAN IC.
Bersambung...
1 bulan kemudian, di pagi hari sekitar jam 7 an, Naufal sedang nongkrong bersama teman-temannya di teras sekolahnya. Tiba-tiba kepala sekolah memanggilnya. "Kamu di terima di MAN IC." kata kepala sekolah. Naufal senang bukan main, dia lompat-lopat di depan teman-temannya seperti orang gila. Teman-temannya heran dan menanyakan ada apa. "Ane keterima di MAN IC" kata Naufal. Lalu teman-temannya menyorakinya. Dan sejak itulah kehidupan Naufal di sekolah menjadi tidak nyaman. Setiap ada orang berpapasan dengannya, mereka menyelamatinya karena diterima di MAN IC.
Bersambung...
Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Resensi Film “ Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ”
Judul : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Sutradara : Sunil Soraya
Tanggal Dirilis : 19 Desember 2013
Genre : Drama, Romance
Pemeran Utama :- Pevita Pearce sebagai Hayati
- Herjunot Ali sebagai Zainuddin
- Reza Rahadian sebagai Aziz
- Randy Danisthasebagai Muluk
Penulis Asli : Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Durasi : 120 menit
Studio : Soraya Intercine Films
Berlatar tahun 1930-an, Zainuddin berlayar dari kampung halamannya, Makassar, menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh. Susana Zainuddin bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Hayati. Keduanya pun saling jatuh cinta. Namun adat istiadat yang kuat ternyata memisahkan cinta mereka, dikarenakan ibu Zainuddin bukan berasal dari Minangkabau, sedangkan Hayati adalah orang Minangkabau asli. Hayati dipaksa menikah dengan saudagar kaya bernama Azis.
Setelah berbulan-bulan mengalami keterpurukan, Zainuddin pun bangkit. Dia pergi ke tanah Jawa ditemani oleh temannya yang bernama Muluk. Di sana, dia menjadi penulis yang terkenal. Novel nya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhirnya Hayati membaca novelnya. Lalu, pada sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu dengan Hayati yang sedang bersama dengan suaminya, Azis.
Namun, kekecewaan Zainuddin tidak hilang begitu saja. Di dalam hatinya masih tersisa kekecewaan yang sangat besar. Zainuddin pun menyuruh Hayati pulang ke kampung halaman nya naik Kapan Van Der Wijck. Dalam pelayarannya, Kapal Van Der Wijck tenggelam di tengah lautan. Setelah Hayati ditemukan, dia sudah dalam keadaan sekarat. Zainuddin mendatangi Hayati yang terbaring di atas ranjang sebelum Hayati akhirnya meninggal.
Kelebihan :
Film ini menceritakan kehidupan masyarakat yang menarik. Penggunaan logat dan bahasa nya juga asli Bugis. Lalu ditambah dengan properti-properti yang mendukung seperti uang, kendaraan dan busana ala tahun 30-an. Film ini juga memuat adegan humor sehingga penonton tidak merasa bosan.
Kekurangan :
Penggunaan logat asli Bugis yang dibawakan oleh Zainuddin memang mempertahankan ciri khas budaya Minang, hanya saja logat yang diucapkan terasa kurang natural. Bahkan, saat adegan sedih pun, penonton tertawa ketika mendengar logat Zainuddin. Selebihnya sudah baik dan hampir sempurna
Judul : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Sutradara : Sunil Soraya
Tanggal Dirilis : 19 Desember 2013
Genre : Drama, Romance
Pemeran Utama :- Pevita Pearce sebagai Hayati
- Herjunot Ali sebagai Zainuddin
- Reza Rahadian sebagai Aziz
- Randy Danisthasebagai Muluk
Penulis Asli : Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Durasi : 120 menit
Studio : Soraya Intercine Films
Berlatar tahun 1930-an, Zainuddin berlayar dari kampung halamannya, Makassar, menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh. Susana Zainuddin bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Hayati. Keduanya pun saling jatuh cinta. Namun adat istiadat yang kuat ternyata memisahkan cinta mereka, dikarenakan ibu Zainuddin bukan berasal dari Minangkabau, sedangkan Hayati adalah orang Minangkabau asli. Hayati dipaksa menikah dengan saudagar kaya bernama Azis.
Setelah berbulan-bulan mengalami keterpurukan, Zainuddin pun bangkit. Dia pergi ke tanah Jawa ditemani oleh temannya yang bernama Muluk. Di sana, dia menjadi penulis yang terkenal. Novel nya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhirnya Hayati membaca novelnya. Lalu, pada sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu dengan Hayati yang sedang bersama dengan suaminya, Azis.
Namun, kekecewaan Zainuddin tidak hilang begitu saja. Di dalam hatinya masih tersisa kekecewaan yang sangat besar. Zainuddin pun menyuruh Hayati pulang ke kampung halaman nya naik Kapan Van Der Wijck. Dalam pelayarannya, Kapal Van Der Wijck tenggelam di tengah lautan. Setelah Hayati ditemukan, dia sudah dalam keadaan sekarat. Zainuddin mendatangi Hayati yang terbaring di atas ranjang sebelum Hayati akhirnya meninggal.
Kelebihan :
Film ini menceritakan kehidupan masyarakat yang menarik. Penggunaan logat dan bahasa nya juga asli Bugis. Lalu ditambah dengan properti-properti yang mendukung seperti uang, kendaraan dan busana ala tahun 30-an. Film ini juga memuat adegan humor sehingga penonton tidak merasa bosan.
Kekurangan :
Penggunaan logat asli Bugis yang dibawakan oleh Zainuddin memang mempertahankan ciri khas budaya Minang, hanya saja logat yang diucapkan terasa kurang natural. Bahkan, saat adegan sedih pun, penonton tertawa ketika mendengar logat Zainuddin. Selebihnya sudah baik dan hampir sempurna
Langganan:
Komentar (Atom)